PENGGUNAAN TIK DALAM PROGRAM PEMERDAYAAN MASYARAKAT
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PROGRAM PEMERDAYAAN MASYARAKAT
Riny Romadani (19005040)
Jurusan Pendidikan Luar Sekolah
Universitas Negeri Padang
Pelgru m and Law (2003: 23) menyatakan bahwa TIK merupakan multimedia, internet atau WEB dapat digunakan sebagai perantara untuk menggantikan media yang lainnya.
Menurut Adeya (2012: 3) TIK menyangkut elektronik yang diartikan sebagai penghitungan, pemprosesan, penyimpanan dan desiminasi informasi. Menurut Slamin dalam Sutrisno (2011: 57) TIK adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, serta menyebarkan informasi. Dengan demikian, TIK adalah suatu alat yang dapat digunakan seperti multimedia, internet atau WEB dalam berbagai keperluan dengan tujuan untuk menyimpan data, mengolah, menghasilkan serta dapat digunakan untuk menyebarkan informasi.Dalam program pelatihan yang dimaksud adalah seperti dalam pelatihan pembelajaran di sekolah. Maka TIK dapat digunakan untuk mempermudah dalam hal apapun seperti dalam proses pembelajran, yang dapat membantu pendidik dalam menyampaikan pelajaran atau informasi yang berhubungan dengan pembelajaran.
Dalam proses belajar mengajar penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu kelancaran, keefektivitasan, dan keifienan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Media adalah suatu komponen yang tidak diabaikan dalam pengembangan sistem pembelajaran yang sukses (Rafiq:2014).
Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi, dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.
Pada artikel ini, penulis akan membahas mengenai penggunaan multimedia Teknologi Informasi dan Komunikasi harus mampu menjawab kepentingan empat stakeholder, yaitu Masyarakat dan publik, untuk menuju masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society) dan layanan elektronik (e-Service), Pemerintah, untuk menuju e-Government dan membentuk pemerintah yang bersih dan transparan, Industri, untuk menuju industri TIK tingkat global dan berdaya saing tinggi, Lembaga Iptek, untuk menuju lembaga riset ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa bersaing di kancah internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dibuatlah prioritas-prioritas. Dalam lima prioritas utama yang masing-masing memiliki bidang garapan seperti di bawah ini :
• Infrastruktur Informasi : jaringan informasi dan telekomunikasi, information exchange, digital broadcasting, perangkat keras komputer dan device pendukungnya, community access point.• Perangkat Lunak : sistem operasi, sistem aplikasi, bahasa pemrograman dan development tool, opensource, simulasi dan komputasi.• Kandungan (content) Informasi : repository dan information sharing, creative digital, data security, dan e-Service.• Pengembangan SDM dan Kelembagaan : edukasi dan research center, sertifikasi dan kurikulum TIK, pengembangan software house lokals, inkubator bisnis dan competence center, pengembangan ICT park.• Regulasi dan standardisasi : regulasi konvergensi TIK, pengembangan sistem insentif, standardisasi peralatan TIK, universal service obligation (USO).
Kondisi riil infrastruktur TIK sebenarnya sudah cukup memadai, dimana jaringan telekomunikasi selular yang telah menjangkau sebagian besar wilayah Indonesia. Provider selular skala besar sudah mencapai daerah terpencil dalam beberapa tahun terakhir. Kapasitas jaringan terus menerus diperbesar seiring bertambahnya konsumen. Kemudian teknologi internet sudah bisa diakses dari telepon selular walaupun kecepetan akses masih menjadi masalah, Sebaran dan pertukatran informasi sudah cukup terasa namun belum merata belum merata sampai ke wilayah terpencil yang umumnya menjadi rumah bagi sebagian besar petani Indonesia. Hal yang sedang hangat sekarang adalah situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dll. Fenomena ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dai kehidupan masyarakat perkotaan dan sebagian masyarakat di desa. Fungsi Facebook dan Twitter saat ini mencakup aktivitas sehari-hari, promosi bisnis skala terbatas sesama anggota dalam jejaring, dan belakangan difungsikan untuk sistem informasi beberapa instansi pemerintahan.
Dari kondisi riil yang ada kita dapat melihat bahwa perkembangan infrastuktur dan content TIK yang cukup pesat di perkotaan dan sebagian desa ternyata belum memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. Fakta yang ditampilkan di awal menunjukkan bahwa rakyat miskin sampai sekarang masih belum beranjak dari keadaannya. Teknologi informasi belum mampu mengangkat kesejahteraan rakyat miskin. Di satu sisi kita menyaksikan euforia cepatnya perkembangan teknologi informasi dalam keseharian kita. Yang berpengetahuan dan memiliki peluang dan modal akan semakin cepat menjadi kaya berkat teknologi informasi ini, sementara masyarakat yang miskin terus menerus berkutat dengan kemiskinannya. Ironis sekali memang, namun itulah realita yang ada di tengah masyarakat. Perlu dukungan dana/keuangan, teknologi, dan pendampingan sehingga para petani dapat lebih mandiri. Dukungan dana sedang dijalankan melalui program-program pemerintah yang disebutkan di atas. Dukungan teknologi pertanian, termasuk teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan untuk mempercepat kemandirian masyarakat akan akases informasi pertanian dan segala hal terkait.
Dalam hal ini mengapa TIK ini sangat di manfaatkan banyak orang dan TIK mendukung percepatan kualitas informasi dan percepatan layanan tanpa kendala waktu. Dalam masyarakat dimana teknologi informasi dan komunikasi sangat berharga, teknologi informasi dan komunikasi dapat mengubah struktur ekonomi masyarakat, khususnya di Indonesia, kita dapat memberikan contoh kepada orang-orang yang di-PHK di tempat kerja, mereka dapat menggunakan internet dengan benar dan benar, mereka dapat meningkatkan perbendaharaan rupiah dari ICT. Ia dapat menggunakan cara ini sebagai alat transportasi untuk mendapatkan makanan dengan menjual barang-barangnya, atau ia dapat menggunakan alat transportasinya sebagai cara untuk mengangkut orang lain ke tempat tujuan.
Sumber:
https://www.dosenpendidikan.co.id/pemberdayaan-masyarakat/
Ahmad Zein, H,2011, Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember.

12 Komentar:
Makan jo Borobudur
Jan pernah mundur
mantapp mudah kali di pahamii👌
Lanjut terus penulis
👍
🤝
Artikel ini menarik karena membahas mengenai penggunaan multimedia Teknologi Informasi dan Komunikasi. Keren👍
Lanjut terus dalam berkarya 😁
Mantap penulis👍
Keren kaliiii
Waw impresip, keren banget deh materinya !!!
Gybvtjjj7hrew68kmp998hbd44esw23dcb8kmcrrtji8knb7
Semngat penulis💪
Pai k Inggris bali banana
Punyo rini keren bana
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda