Minggu, 21 November 2021

  LANJUTAN  PEMAHAMAN TENTANG PERANCANGAN PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

  RINY ROMADANI 

19005140

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH 

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang terus meningkat, hal ini dapat mempermudah masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi. Pemanfaatan media pembelajaran berbasi TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah, dalam pembelajaran dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk mencari materi pembelajaran, dan sebagai sarana atau alat yang dapat menambah keinginan peserta didik untuk belajar.

        Desain atau design adalah proses penentuan langkah-langkah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, proses desain harus dimulai dengan menetapkan tujuan yang ingin dicapai melalui analisis kebutuhan, kemudian menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

        Setelah memahami permasalahan yang dimiliki oleh rencana/organisasi PLS dalam penggunaan produk TIK, maka perlu dirancang sebuah produk TIK yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam rencana PLS. Perancangan produk TIK dalam proyek pendidikan di luar kampus, seperti penggunaan TIK di lokomotif PKBM, menemui kendala terutama di masa pandemi. Selama masa pandemi, pembelajaran dilakukan secara online, dan Lokomotif PKBM sendiri hanya menggunakan grup WhatsApp dan menggunakan ruang kelas Goggle sebagai media pembelajaran. Saat menerima absensi siswa hanya bisa dilakukan secara manual dengan membuat daftar di grup WA.

       Selain itu, dalam penggunaan bahan ajar modul elektronik, video pembelajaran di platform lain juga digunakan selama epidemi, tetapi siswa mengalami kesulitan dan rasa malu saat menggunakan media pembelajaran online ini. Hal ini juga menyebabkan rendahnya semangat dan semangat siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan membuat daftar di grup WA.

      Dalam hal ini , diperlukannya penguasaan dari rancangan TIK yang nantinya sangat berguna dalam membantu pembelajaran, terutama dalam menjalankan program PLS. Dengan adanya penguasaan TIK sebagai sarana untuk menambah motivasi, pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan TIK bagi pembelajaran. Para tenaga PLS, pendidik dan warga belajar diharuskan untuk dapat menguasai TIK dalam pembelajaran dengan baik, terutama bagi mereka yang sama sekali tidak pernah menggunakan TIK. Solusi bagi yang belum menguasai dapat diberikan pelatihan khusus menguasai TIK, atau memberikan video tutorial terhadap penggunaan produk TIK tersebut dan dengan ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dan pengetahuan akan manfaat TIK bagi pembelajaran, yang dapat di tularkan sebagai motivasi kepada para pendidik dan warga belajar untuk melek teknologi.

  Perancangan produk teknologi informasi dan komunikasi pada program pendidikan luar sekolah, misalnya, Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada LKP, terutama pada masa pandemi ini mengalami kendala.Dengan babnyak pemanfataan media yang di gunakan pengalihan belajar yang dilakukan melalui grup kelas,e-modul ,dan media lainnya pembuatan video yang dilakukan dalam membuat tugas SPDP. Membuat kekusahaan dan permasalahan yang terjadi di di kalangan masyarakat dan orang tua dalam gaya kegiatan pembelajaran. Dalam hal itu banyak yang kurang partisipasoi dalam kegitana tersebut baik orag tua maupun peseeta didik dalam kegiatan pemmbelajaran tersebut.

Manfaat e-modul yang bisa diterapkan dalam kegiatan pembelajaran pada saat pandemi ini disalah satu LKP yaitu :

1.Memberikan kepuasan bagi dosen karena dengan adanya modul tingkat keberhasilan peserta didik menjadi naik. Karena kompetensi atau pengetahuan yang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik sudah terarah dan jelas.

2. Memberikan kesempatan bagi dosen dalam memberikan bantuan individual kepada setiap peserta didik tanpa mengganggu kelas. Karena dengan adanya modul, dosen tidak harus menjelaskan semua materi dalam modul, melainkan hanya menjelaskan materi yang perlu-perlu saja.

3. Meringkas materi pengajaran yang diberikan. Karena modul disusun dalam bentuk unit-unit kecil sehingga dosen dapat membatasi materi yang diberikan agar tidak meluas dan dapat dicapai oleh peserta didik dengan mudah.


Minggu, 14 November 2021

 LANJUTAN  PEMAHAMAN TENTANG PERANCANGAN PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH


  RINY ROMADANI 

19005140

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH 

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah semua teknologi yang berkaitan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pemrosesan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Berbagai jenis TIK, baik tradisional maupun modern, memiliki karakteristik yang berbeda. Jika TIK dirancang, dikembangkan, dan digunakan secara tepat sesuai dengan tujuan dan karakteristik masyarakat belajar, maka penggunaan TIK dalam pembelajaran akan meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk proses dan hasilnya.

        Pemanfaatan pendidikan dan pembelajaran pada pendidikan nonformal akan tercermin dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang kompleks, yaitu pelaksanaan pembelajaran berbasis komputer dan penerapan pembelajaran berbasis jaringan. Dalam pembelajaran berbasis TIK yang menerapkan pembelajaran berbasis komputer (CBL), warga dan pendidik menggunakan program perangkat lunak yang tersedia untuk berpartisipasi dalam pembelajaran, seperti CD pembelajaran, multimedia pembelajaran, aplikasi tutorial, permainan, dll. Dalam pembelajaran berbasis TIK yang menerapkan pembelajaran berbasis web, warga dan pendidik dalam pembelajaran menggunakan e-learning, laboratorium virtual dan website pembelajaran, website pribadi, blog, Facebook dan bentuk website lainnya.

        Perancangan produk teknologi informasi dan komunikasi pada program pendidikan luar sekolah, misalnya, Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada LKP, terutama pada masa pandemi ini mengalami kendala.Dengan babnyak pemanfataan media yang di gunakan pengalihan belajar yang dilakukan melalui grup kelas,e-modul ,dan media lainnya pembuatan video yang dilakukan dalam membuat tugas SPDP. Membuat kekusahaan dan permasalahan yang terjadi di di kalangan masyarakat dan orang tua dalam gaya kegiatan pembelajaran. Dalam hal itu banyak yang kurang partisipasoi dalam kegitana tersebut baik orag tua maupun peseeta didik dalam kegiatan pemmbelajaran tersebut.

Manfaat e-modul yang bisa diterapkan dalam kegiatan pembelajaran pada saat pandemi ini disalah satu LKP yaitu :

1.Memberikan kepuasan bagi dosen karena dengan adanya modul tingkat keberhasilan peserta didik menjadi naik. Karena kompetensi atau pengetahuan yang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik sudah terarah dan jelas.

2. Memberikan kesempatan bagi dosen dalam memberikan bantuan individual kepada setiap peserta didik tanpa mengganggu kelas. Karena dengan adanya modul, dosen tidak harus menjelaskan semua materi dalam modul, melainkan hanya menjelaskan materi yang perlu-perlu saja.

3. Meringkas materi pengajaran yang diberikan. Karena modul disusun dalam bentuk unit-unit kecil sehingga dosen dapat membatasi materi yang diberikan agar tidak meluas dan dapat dicapai oleh peserta didik dengan mudah.


Selasa, 09 November 2021

 LANJUTAN PERANCANGAN PRODUK 

PEMAHAMAN TENTANG PERANCANGAN PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH



 RINY ROMADANI 

19005140

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH


    Teknologi informasi dan komunikasi adalah suatu bentuk teknologi yang digunakan untuk membuat, menyimpan, mengubah, dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk. Dengan menggunakan teknologi informasi ini, usaha kecil, menengah dan mikro dapat memasuki pasar global. Banyak perusahaan kecil yang semula menggunakan teknologi informasi kini menjadi perusahaan besar dalam waktu singkat karena pemanfaatan teknologi informasi untuk mengembangkan usahanya.

    Perusahaan yang memiliki informasi untuk menjalankan bisnis atau disebut juga e-commerce dapat memberikan fleksibilitas produksi, dapat mengirimkan produk perangkat lunak kepada pelanggan dengan mudah dan cepat, serta dapat mengirim dan menerima penawaran dengan cepat dan ekonomis.

    Melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, usaha kecil, menengah dan mikro mampu membidik pasar global untuk pemasaran. Jadi peluang ekspornya sangat besar. Karena penggunaan komputer dalam pemasaran dan penjualan berkembang pesat.

    Penggunaan teknologi ini meningkatkan daya saing usaha kecil, menengah dan mikro dengan menekankan informasi konsumen/pasar. Hal ini juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan UKM menjadi kurang kompetitif karena pemasoknya. Karena UKM perlu bekerja sama untuk menyelesaikan masalah bersama.

    Meskipun peran usaha kecil, menengah dan mikro sangat strategis, persaingan terutama dalam menghadapi perusahaan besar dan pesaing modern lainnya telah menempatkan mereka pada posisi yang kurang menguntungkan. Di Indonesia, sebagian besar usaha kecil, menengah dan mikro menjalankan usahanya dengan cara tradisional, termasuk produksi dan pemasaran.

    Oleh karena itu, pemerintah perlu berperan untuk mendorong usaha kecil, menengah dan mikro agar berhasil memperluas akses pasar dengan menyediakan fasilitas teknologi informasi berbasis jaringan yang dapat digunakan sebagai media komunikasi komersial global. Dengan bantuan internet dan teknologi informasi dan komunikasi, proses pemasaran dan penjualan dapat dilakukan setiap saat tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Salah satu penerapan TIK dan Internet dalam bisnis dan perdagangan adalah e-commerce dan e-commerce.



 

Selasa, 26 Oktober 2021

 PEMAHAMAN TENTANG PERANCANGAN PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH



                                                                    RINY ROMADANI 

19005140

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH 


    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang terus meningkat, hal ini dapat mempermudah masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi. Pemanfaatan media pembelajaran berbasi TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah, dalam pembelajaran dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk mencari materi pembelajaran, dan sebagai sarana atau alat yang dapat menambah keinginan peserta didik untuk belajar.

        Desain atau design adalah proses penentuan langkah-langkah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, proses desain harus dimulai dengan menetapkan tujuan yang ingin dicapai melalui analisis kebutuhan, kemudian menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

        Setelah memahami permasalahan yang dimiliki oleh rencana/organisasi PLS dalam penggunaan produk TIK, maka perlu dirancang sebuah produk TIK yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam rencana PLS. Perancangan produk TIK dalam proyek pendidikan di luar kampus, seperti penggunaan TIK di lokomotif PKBM, menemui kendala terutama di masa pandemi. Selama masa pandemi, pembelajaran dilakukan secara online, dan Lokomotif PKBM sendiri hanya menggunakan grup WhatsApp dan menggunakan ruang kelas Goggle sebagai media pembelajaran. Saat menerima absensi siswa hanya bisa dilakukan secara manual dengan membuat daftar di grup WA.

       Selain itu, dalam penggunaan bahan ajar modul elektronik, video pembelajaran di platform lain juga digunakan selama epidemi, tetapi siswa mengalami kesulitan dan rasa malu saat menggunakan media pembelajaran online ini. Hal ini juga menyebabkan rendahnya semangat dan semangat siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan membuat daftar di grup WA.

      Dalam hal ini , diperlukannya penguasaan dari rancangan TIK yang nantinya sangat berguna dalam membantu pembelajaran, terutama dalam menjalankan program PLS. Dengan adanya penguasaan TIK sebagai sarana untuk menambah motivasi, pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan TIK bagi pembelajaran. Para tenaga PLS, pendidik dan warga belajar diharuskan untuk dapat menguasai TIK dalam pembelajaran dengan baik, terutama bagi mereka yang sama sekali tidak pernah menggunakan TIK. Solusi bagi yang belum menguasai dapat diberikan pelatihan khusus menguasai TIK, atau memberikan video tutorial terhadap penggunaan produk TIK tersebut dan dengan ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dan pengetahuan akan manfaat TIK bagi pembelajaran, yang dapat di tularkan sebagai motivasi kepada para pendidik dan warga belajar untuk melek teknologi.


Sumber Bacaan :

Khusniah, U. F., Bdurrahman, L., & Santosa, I. (2020). Analisis dan Perancangan Tata kelola Teknologi Informasi BUMN Pada Proses Penetapan Peran dan Perencanaan Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja COBIT 2019 9 (Studi Kasus : PT POS Indonesia (Persero)). Telkom University, 1-9. 

Lelah,& Suharto, T. (2019). Tata Kelola Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan COBIT 5 (Studi Kasus Pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Sukabumi). Gaung Informatika, 12(1), 46-55. 

Lelah, & Suharto, T. (2019). Tata Kelola Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan COBIT 5 (Studi Kasus Pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Sukabumi). Gaung Informatika, 2(1), 2086-4221.

Rabu, 20 Oktober 2021

       


MENGUASAI PERANCANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)





RINY ROMADANI 
19005140 
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH 
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN 


 Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah semua teknologi yang berkaitan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pemrosesan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Berbagai jenis TIK, baik tradisional maupun modern, memiliki karakteristik yang berbeda. Jika TIK dirancang, dikembangkan, dan digunakan secara tepat sesuai dengan tujuan dan karakteristik masyarakat belajar, maka penggunaan TIK dalam pembelajaran akan meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk proses dan hasilnya.

        Pemanfaatan pendidikan dan pembelajaran pada pendidikan nonformal akan tercermin dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang kompleks, yaitu pelaksanaan pembelajaran berbasis komputer dan penerapan pembelajaran berbasis jaringan. Dalam pembelajaran berbasis TIK yang menerapkan pembelajaran berbasis komputer (CBL), warga dan pendidik menggunakan program perangkat lunak yang tersedia untuk berpartisipasi dalam pembelajaran, seperti CD pembelajaran, multimedia pembelajaran, aplikasi tutorial, permainan, dll. Dalam pembelajaran berbasis TIK yang menerapkan pembelajaran berbasis web, warga dan pendidik dalam pembelajaran menggunakan e-learning, laboratorium virtual dan website pembelajaran, website pribadi, blog, Facebook dan bentuk website lainnya.

        Perancangan produk teknologi informasi dan komunikasi pada program pendidikan luar sekolah, misalnya, Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada PKBM Lokomotif, terutama pada masa pandemi ini mengalami kendala.Dengan babnyak pemanfataan media yang di gunakan pengalihan belajar yang dilakukan melalui grup kelas,e-modul ,dan media lainnya pembuatan video yang dilakukan dalam membuat tugas SPDP. Membuat kekusahaan dan permasalahan yang terjadi di di kalangan masyarakat dan orang tua dalam gaya kegiatan pembelajaran. Dalam hal itu banyak yang kurang partisipasoi dalam kegitana tersebut baik orag tua maupun peseeta didik dalam kegiatan pemmbelajaran tersebut.

       Salah satu bentuk desain produk TIK yang akan dikembangkan  adalah website pembelajaran. Pembelajaran berbasis web merupakan proses belajar mengajar yang menggunakan internet, sehingga biasa disebut e-learning. Dengan pembelajaran online ini diharapkan dapat membantu tutor dan siswa mencapai derajat belajar yang maksimal.

 Manfaat yang dari penggunaan website pembelajaran ini yaitu,

-  Mempermudah tutor dan peserta didik dalam pengambilan absen/kehadiran

-  Mengakses absen, materi, tugas dan video pembelajaran dalam satu tempat saja.

-  Mengakses absen, materi, tugas dan video pembelajaran hanya dengan mengklik pada kolom yang sudah tersedia pada website pembelajaran tersebut.

-   Tersedia 24 jam/hari – 7 hari/minggu, artinya penguaasaan materi tergantung pada semangat dan daya serap peserta didik, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.

    Dalam hal ini , diperlukannya penguasaan dari rancangan TIK yang nantinya sangat berguna dalam membantu pembelajaran, terutama dalam menjalankan program PLS. Dengan adanya penguasaan TIK sebagai sarana untuk menambah motivasi, pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan TIK bagi pembelajaran. Para tenaga PLS, pendidik dan warga belajar diharuskan untuk dapat menguasai TIK dalam pembelajaran dengan baik, terutama bagi mereka yang sama sekali tidak pernah menggunakan TIK. Solusi bagi yang belum menguasai dapat diberikan pelatihan khusus menguasai TIK, atau memberikan video tutorial terhadap penggunaan produk TIK tersebut dan dengan ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dan pengetahuan akan manfaat TIK bagi pembelajaran, yang dapat di tularkan sebagai motivasi kepada para pendidik dan warga belajar untuk melek teknologi.

Sumber Bacaan :

Khusniah, U. F., Bdurrahman, L., & Santosa, I. (2020). Analisis dan Perancangan Tata kelola Teknologi Informasi BUMN Pada Proses Penetapan Peran dan Perencanaan Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja COBIT 2019 9 (Studi Kasus : PT POS Indonesia (Persero)). Telkom University, 1-9. 

Lelah,& Suharto, T. (2019). Tata Kelola Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan COBIT 5 (Studi Kasus Pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Sukabumi). Gaung Informatika, 12(1), 46-55. 

Lelah, & Suharto, T. (2019). Tata Kelola Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan COBIT 5 (Studi Kasus Pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Sukabumi). Gaung Informatika, 2(1), 2086-4221.

Senin, 11 Oktober 2021

 


PERANCANGAN PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 




RINY ROMADANI 

19005140

JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH 

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

 PERANCANGAN PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 

A. Pengertian 

            Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Merancang produk dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu hal yang sudah sering dilakukan oleh beberapa pihak . 

            Perancangan merupakan sutu proses penilaian , analisis , memperbaiki serta menyusun suatu sistem secara optimum untuk waktu yang akan datang . Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perancangan produk :  

1. Aktivitas untuk maksud tertentu

2.Sasaran pada pemenuhan kebutuhan manusia

3.Berdasarkan pada pertimbangan teknologi

B. Karakteristik dan Proses Perancangan Produk 

               Karakteristik perancangan produk telah banyak mengalami perubahan dari waktu ke waktu . Hal ini terlihat dari perbedaan proses perancangan produk dari masyarakat lama dengan masyarakat modern . Pada masyarakat lama , aktivitas dilakukan oleh orang yang sama dalam pembuatan produk dan tidak memerlukan media gambar sebagai sumber komunikasi rancangan. Sedangkan pada masyarakat modern antara aktivitas dan proses perancangan produk dilakukan oleh orang yang berbeda , dan dalam pelaksanaaan nya masyarakat modern menggunakan gambar teknik sebagai media komunikasi. 

C. Model/Jenis-Jenis   Perancangan Produk

a. Model Deskritif 

menekankan akan pentingnya menghasilkan konsep sejak awal dalam proses perancangan .Model ini berfokus pada solusi , oengalaman sebelumnya dan bersifat umum . 

b. Model Preskriptif 

menekankan pada kebutuhan untuk melakukan aktivitas yang lebih analitik sebelum aktivitas pembangkitan alternatif-alternatif konsep solusi. Model ini bersifat algoritmik, prosedur sistematik.

D. Metode Perancangan Produk

Metode perancangan produk terbagi menjadi 2 jenis sebagai berikut : 

a. Metode Kreatif : metode perancangan yang bertujuan untuk membantu merangsang 

pemikiran kreatif dengan cara meningkatkan produksi. 

Metode kreatif juga terbagi menjadi dua bagian : 

1. Brainstorming

 metode yang bertujuan untuk merangsang sekelompok orang untuk menghasilkan sejumlah besar gagasan dengan cepat.

2. Synectics 

suatu aktivitas kelompok yang mencoba membangun, mengkombinasikan, dan mengembangkan Gagasan-Gagasan untuk memberikan solusi kreatif terhadap permasalahan perancangan. Cirinya adalah membangkitkan analogi.

b. Metode Rasional : menggunakan oendekatan yang sistematik dalam proses perancangan . Tujuan dari metode rasional cenderung sama dengan metode kreatif .

E. Proses dalam perancangan Produk 

1. Klarifikasi tujuan 

2. Penetapan fungsi 

3. Menetapkan karakteristik 

4. Pembangkitan alternatif

5. Evaluasi Alternatif . 

6. Rincian perbaikan .

Sumber Bacan:


Khusniah, U. F., Bdurrahman, L., & Santosa, I. (2020). Analisis dan Perancangan Tata kelola Teknologi Informasi BUMN Pada Proses Penetapan Peran dan Perencanaan Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja COBIT 2019 9 (Studi Kasus : PT POS Indonesia (Persero)). Telkom University, 1-9. 

Lelah, & Suharto, T. (2019). Tata Kelola Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan COBIT 5 (Studi Kasus Pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Sukabumi). Gaung Informatika, 12(1), 46-55. 

Lelah, & Suharto, T. (2019). Tata Kelola Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan COBIT 5 (Studi Kasus Pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Sukabumi). Gaung Informatika, 2(1), 2086-4221. 

Kamis, 30 September 2021


PENGELOLAAN TIK DALAM PLS







Riny Romadani 

19005140

 Jurusan Pendidikan Luar Sekolah

Universitas Negeri Padang 
 



a. Identifikasi sasaran dan kebutuhan bahan belajar pendukung suatu produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang digunakan untuk program pendidikan luar sekolah

        Memasuki Abad Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sekarang ini sangat dibutuhkan dan pentingnya penggunaan ICT (Information and Communications Teknology) dalam kegiatan pembelajaran. Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan  teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran.  Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis, dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang menciptakan guru tersebut. Dengan kata lain untuk pendidikan dan pengembangan guru sangat penting bagi keberhasilan penerapan kurikulum berbasis TIK.

        Semakin berkembangnya manusia, berkembanglah pula ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Itu semua mengharuskan pendidikan menyesuaikan langkahnya jika ingin tetap relevan. Hal itu menjadikan pendidikan menjadi kian mahal, satu kenyataan yang sering kurang disadari oleh banyak orang. Dilain pihak berkembangnya umat manusia mendorong makin banyak orang untuk maju dan tak mau tertinggal. Dan mereka semua memerlukan pendidikan yang lebih baik. Akibatnya, baik faktor kualitas maupun kuantitas pendidikan tidak dapat bisa diabaikan. Pendidikan harus diselenggarakan secara bermutu dan adil mereta bagi seluruh rakyat. Maka, pendidikan yang sudah mahal, karena harus mencapai kualitas, menjadi semakin mahal karena harus melayani pula kuantitas.
Teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi (Tony Bates, 1995). Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time)”.  Kata “identifikasi” berasal dari bahasa asing, yaitu bahasa Inggris. Asal kata to identify sebagai kata kerja, dan identification sebagai benda.To identify  secara sederhana artinya adalah mengenali. Hubungannya dengan pembicaraan kita disini “identifikasi kebutuhan belajar” artinya ialah mengenali kebutuhan belajar seseorang atau masyarakat atau kelompok orang tertentu yang akan menjadi sasaran didik atau peserta didik.Sebagai pembawa program atau pelaksana program PLS, dengan mengidentifikasi kebutuhan belajar paling tidak kita dituntut menyadari dua hal, yaitu mengapa kebutuhan belajar itu muncul dan untuk apa ia perlu dimunculkan?
Peranan TIK dianggap sangat penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan suatu bangsa merupakan tolak ukur kemampuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Salah satu cara pemanfaatan TIK adalah melalaui pembelajaran di kelas yang berbasis teknologi dan informasi. Guru sebagai tenaga pengajar yang profesional harus tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada saat ini.

 b.  Penyusunan proposal tentang penggunaan Teknologi Informasi  dan Komunikasi (TIK) 
    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat berkembang di masyarakat. Teknologi Informasi merupakan teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya: memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur guna menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna.
Perkembangan TIK terus meningkat seiring meningkatnya kebutuhan manusia. Saat ini tren penggunaan e- yang berarti elektronik bermunculan. Seperti e-education, e-government, e-learning dan lain sebagainya. Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah menglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan. Dalam bidang hiburan, TIK banyak memiliki peranan. Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalihfungsian penyajian informasi. Perkembangan Teknologi Informasi menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian berkembang dan berkembang.

Ada beberapa manfaat pembuatan profosal tentang TIK tersebut

1.Mempermudah komunikasi jarak jauh
Sebelum adanya teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang ini, proses komunikasi masih bersifat analog. Untuk mengirimkan kabar menuju keluarga yang letaknya jauh, harus menggunkan surat dengan waktu tempuh lebih dari 2 hari, dan itupun terkadang tidak sampai pada tujuan. Dengan teknologi sekarang, bisa menggunakan sms, e-mail dan lain sebagainya yang merupakan produk teknologi informasi. Dengan menggunakannya, maka jarak yang jauh bukan lagi menjadi hambatan dalam berkomunikasi, waktu tempuhpun menjadi relatif singkat dengan keakuratan yang sangat terjamin.
2.Mempermudah sistem administrasi
Sistem administrasi tanpa menggunakan bantuan teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi lambat dan membutuhkan tempat yang besar. Dalam hal ini, misalny saja untuk proses penghitungan suara oleh KPU. Dalam hitungan jam saja, sudah bisa terakumulasi total suara dalam satu negara. Betapa besar manfaat adanya teknologi ini. Bisa dibayangkan seandainya tidak ada teknologi ini, mungkin diperlukan waktu hingga berbulan-bulan untuk melakukan penghitungan secara manual. Jadi kita sebagai calon pendidik harus mampu membuat sebuah rancangan atau proposal dalam penggunaan TIK supaya kita bisa mengembangkan ilmu yang didapat dan ilmu tersebut berguna bagi peserta didik apalagi tentang penggunaan teknologi informasi dan komunikasi karena dizaman sekarang peserta didik harus mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan teknologi tersebut sangat berguna dalam proses pembelajaran.


Sumber :

 Anawati, Novita Dwi. Dkk. 2013. Keberterimaan Pengguna (mahasiswa) terhadap Sistem Informasi Akademik Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC). Pdf.

https://bdkpadang.kemenag.go.id/index.phpoption=com_content&view=article&id=745:etriyantofeb&catid=41:top-headlines&Itemid=158 

http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-fungsi-jenis-proposal.html