Kamis, 30 September 2021


PENGELOLAAN TIK DALAM PLS







Riny Romadani 

19005140

 Jurusan Pendidikan Luar Sekolah

Universitas Negeri Padang 
 



a. Identifikasi sasaran dan kebutuhan bahan belajar pendukung suatu produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang digunakan untuk program pendidikan luar sekolah

        Memasuki Abad Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sekarang ini sangat dibutuhkan dan pentingnya penggunaan ICT (Information and Communications Teknology) dalam kegiatan pembelajaran. Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan  teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran.  Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis, dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang menciptakan guru tersebut. Dengan kata lain untuk pendidikan dan pengembangan guru sangat penting bagi keberhasilan penerapan kurikulum berbasis TIK.

        Semakin berkembangnya manusia, berkembanglah pula ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Itu semua mengharuskan pendidikan menyesuaikan langkahnya jika ingin tetap relevan. Hal itu menjadikan pendidikan menjadi kian mahal, satu kenyataan yang sering kurang disadari oleh banyak orang. Dilain pihak berkembangnya umat manusia mendorong makin banyak orang untuk maju dan tak mau tertinggal. Dan mereka semua memerlukan pendidikan yang lebih baik. Akibatnya, baik faktor kualitas maupun kuantitas pendidikan tidak dapat bisa diabaikan. Pendidikan harus diselenggarakan secara bermutu dan adil mereta bagi seluruh rakyat. Maka, pendidikan yang sudah mahal, karena harus mencapai kualitas, menjadi semakin mahal karena harus melayani pula kuantitas.
Teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi (Tony Bates, 1995). Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time)”.  Kata “identifikasi” berasal dari bahasa asing, yaitu bahasa Inggris. Asal kata to identify sebagai kata kerja, dan identification sebagai benda.To identify  secara sederhana artinya adalah mengenali. Hubungannya dengan pembicaraan kita disini “identifikasi kebutuhan belajar” artinya ialah mengenali kebutuhan belajar seseorang atau masyarakat atau kelompok orang tertentu yang akan menjadi sasaran didik atau peserta didik.Sebagai pembawa program atau pelaksana program PLS, dengan mengidentifikasi kebutuhan belajar paling tidak kita dituntut menyadari dua hal, yaitu mengapa kebutuhan belajar itu muncul dan untuk apa ia perlu dimunculkan?
Peranan TIK dianggap sangat penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan suatu bangsa merupakan tolak ukur kemampuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Salah satu cara pemanfaatan TIK adalah melalaui pembelajaran di kelas yang berbasis teknologi dan informasi. Guru sebagai tenaga pengajar yang profesional harus tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada saat ini.

 b.  Penyusunan proposal tentang penggunaan Teknologi Informasi  dan Komunikasi (TIK) 
    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat berkembang di masyarakat. Teknologi Informasi merupakan teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya: memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur guna menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna.
Perkembangan TIK terus meningkat seiring meningkatnya kebutuhan manusia. Saat ini tren penggunaan e- yang berarti elektronik bermunculan. Seperti e-education, e-government, e-learning dan lain sebagainya. Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah menglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan. Dalam bidang hiburan, TIK banyak memiliki peranan. Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalihfungsian penyajian informasi. Perkembangan Teknologi Informasi menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian berkembang dan berkembang.

Ada beberapa manfaat pembuatan profosal tentang TIK tersebut

1.Mempermudah komunikasi jarak jauh
Sebelum adanya teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang ini, proses komunikasi masih bersifat analog. Untuk mengirimkan kabar menuju keluarga yang letaknya jauh, harus menggunkan surat dengan waktu tempuh lebih dari 2 hari, dan itupun terkadang tidak sampai pada tujuan. Dengan teknologi sekarang, bisa menggunakan sms, e-mail dan lain sebagainya yang merupakan produk teknologi informasi. Dengan menggunakannya, maka jarak yang jauh bukan lagi menjadi hambatan dalam berkomunikasi, waktu tempuhpun menjadi relatif singkat dengan keakuratan yang sangat terjamin.
2.Mempermudah sistem administrasi
Sistem administrasi tanpa menggunakan bantuan teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi lambat dan membutuhkan tempat yang besar. Dalam hal ini, misalny saja untuk proses penghitungan suara oleh KPU. Dalam hitungan jam saja, sudah bisa terakumulasi total suara dalam satu negara. Betapa besar manfaat adanya teknologi ini. Bisa dibayangkan seandainya tidak ada teknologi ini, mungkin diperlukan waktu hingga berbulan-bulan untuk melakukan penghitungan secara manual. Jadi kita sebagai calon pendidik harus mampu membuat sebuah rancangan atau proposal dalam penggunaan TIK supaya kita bisa mengembangkan ilmu yang didapat dan ilmu tersebut berguna bagi peserta didik apalagi tentang penggunaan teknologi informasi dan komunikasi karena dizaman sekarang peserta didik harus mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan teknologi tersebut sangat berguna dalam proses pembelajaran.


Sumber :

 Anawati, Novita Dwi. Dkk. 2013. Keberterimaan Pengguna (mahasiswa) terhadap Sistem Informasi Akademik Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC). Pdf.

https://bdkpadang.kemenag.go.id/index.phpoption=com_content&view=article&id=745:etriyantofeb&catid=41:top-headlines&Itemid=158 

http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-fungsi-jenis-proposal.html

Selasa, 21 September 2021

 PENGUASAAN TIK DALAM PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH




 


 

 RINY ROMADANI  

     19005140 

   PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH 

  UNIVERSITAS NEGERI PADANG


    Pengembangan dan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam program Pendidikan Luar Sekolah dapat memberi kan kita  dampak yang lebih besar terkait perubahaan yang terjadi di era 4.0 ini. Bermacam-macam keragaman yang tersebar saat ini terkait teknilogi yang berkembang di lingkungan kita dan seharusnya ini menjadikan peluang dan pemanfaatan bagi PLS dalam menggunakan teknologi tersebut guna dan berkembnag ke sitem program serta juag dapat diharapkan melahirkan program Pendidikan Luaar Sekolah yang baik dalam melahirkan ssrana dan prsarana,serta peningkatan tenaga kerja yang profesional. Dalam hal ini teklogi sudah menjadi konsumsi bagi masyarakat terkait dalam berbagai hal. Maka dari itu cara lain kita juga harus menggembangkan TIK dan memanfaatkannya secara baik dan profesional.

    Permasalahan-permasalahan banyak yamg terjadi lingkungan masyarakat ini dimana dalam proses pembelajaran kegiatan yang berbaur dengan masyarakat menjadi salah satu tugas dan PR bagi kita dalam berbaur dilingkungan masyarakat. Dalam hal ini bahwasaannya permasalahan yang terjadi di masyarakat itu selalu partisipasi masyarakat  dan warga belajar,dimana pemanfaatan TIK dalam program PLS adalah penguasaan teknologi oleh para pendidik. Dengan demilikian apabila penguasaan TIK oleh pengajar atau pendidik dapat di manfaat kan semaksimal mungkin tentunya hasil dan tujuan akan tercapai,apalagi dengan di tunjangnya sarana dan prasara dalam proses krgiatan pembelajaran pada program PLS akan mampu melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik di era 4.0 nantinya. Oleh sebab itu,tentunya pengusaan materi dan teknologi menjadi keharusan dalam penguasaan dan meningkatkan secara profesional sebagai seorang Pendidik agar tidak terjadi kesenjangan antara perkembangan teknologi di desa dan dikota.Dalam hal ini PR bagi pemerintah bagiamana agar pemerataan teknlogi ini bisa dipergunakan oleh khalayak pada umumnya.

    Hambatan yang mungkin akan muncul dalam kita memnafaatkan TIK dalam pembelajaran yaitu terkhusus bagi seorang pendidik diantaranya sarana dan prasarana.Sarana yang dimaksdu yaitu laptop,komputer,smartphone,dan teknologi lainnya,serta prasarananya yaitu penggunaan jaringan seluler yang belum merata. Tentu nya ini menjadi hambatan kita sebagai seorang Pendidik terkhusunya kita sebagai seorang PLS dalam menjalankan program PLS. 

    Pendidik menghadapi banyak tantangan ketika mencoba untuk mengintegrasikan TIK dalam pengajaran mereka dan beberapa di antaranya adalah pengetahuan, keterampilan, kepercayaan, dan sikap mereka (Papanastasiou dan Angeli, 2008). Menurut Papanastasiou dan Angeli (2008), kepercayaan dan sikap adalah faktor penting bagaimana pendidik menggunakan TIK dalam pembelajaran. Dengan demikian, sikap penddidik terhadap TIK merupakan faktor penting ketika menerapkan TIK dalam pembelajaran. Namun pada saat ini, banyak pendidik maupun warga belajar yang masih takut untuk belajar menggunakan TIK dalam pembelajaran mereka dan menjadi cemas ketika harus menggunakan pengetahuan TIK. Karena kurangnya pengetahuan tentang manfaat TIK dalam pendidikan (Mirzajani et al., 2016). Jika mereka tidak memiliki pemahaman yang baik tentang manfaat potensial menggunakan TIK dalam mengajar, mereka mungkin tidak memiliki motivasi untuk mengintegrasikan TIK dengan kegiatan pembelajaran.

    Dengan adanya TIK sangat berguna bagi kita dalam semua aspek kegiatan dan juga membantu pendidik dalam menyelsaikan tugasnya mencerdaskan anak bangsa. Maka dari itu dengan penguasaan TIK sebagai sarana dan prasarana dalam penunjang kegiatan pembelajaran menambah kita dalam memotifasi,inovasi,mengembangkan ilmu pengetahuan serta meningkatkan pemahaman serta keterampilan bagi pe,belajaran.Oleh sebeb itu tentunya tenaga PLS hendak lah mengusai terkait teknologi agar pembeljaram dapat berjaalan dengan baik. dala hal ini kita dapat membantu orang-orang yang tidak sama sekali mengerti dan mengunakan TIK itu sendiri.Dan PR bagi pemerintah pemerataan jaringan seluler kepada seluruh penjuru dunia agar program PLS bisa berjalan dengan baik.Dan ini bisa juga bisa mengguntungkan bagi seorang PLS bisa membuka lapangan kerja khusunya dalam mengadakan pelatihan Komputer khusunya dalam meningkatkan dan penguasaan TIK dalam menumbuhkan motivasi,dan pengetahuan guna untuk memanfaatkan TIK dengan baik dan benar.



Sumber:

https://www.dosenpendidikan.co.id/pemberdayaan-masyarakat/ 

Ahmad Zein, H,2011, Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember.

http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=477087&val=7248&title=PEMANFAATAN%20TEKNOLOGI%20INFORMASI%20DAN%20KOMUNIKASI%20DALAM%20PEMBELAJARAN%20BAGI%20PARA%20GURU%20SMPN%202%20KAWALI%20DESA%20CITEUREUP%20KABUPATEN%20CIAMIS

https://lpmpsumsel.kemdikbud.go.id/site/blog/2020/06/17/hambatan-utama-penggunaan-tik-dalam-pembelajaran-dan-strategi-mengatasinya/

Kamis, 16 September 2021

 

Menyesuaikan Penggunaan TIK Dengan Kebutuhan Warga Belajar







KEBERTERIMAAN WARGA BELAJAR TERHADAP PRODUK TIK YANG DIGUNAKAN 

DALAM PROGRAM PLS


Disusun oleh :

RINY ROMADANI 

19005140 



JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN 

UNIVERSITAS NEGERI PADANG 






        Dalam kehidupan sehari-hari yang sangat canggih ini Teknologi Informasi dan Komunikasi yang sudah dari dahulu lahir dan dampai saat ini digemari oleh banyak kaum mulai dari anak-anak,sampai orang dewasa. Mereka menganngap bahwasaanya Teknologi Informasi dan Komunikasi sudah menjadi kebutuhan yang wajib bagi generasi milenial saat ini. Dimana dalam hal ini semakin berkembangnyateknologi informasi dan komunikasi ini memberikan dampak positif dan negatifnya seperti halnya bahwasannya segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini memiliki segi positif dan negatif baik dan buruknya sesuatu permasalahan. Begitu juga dengan teknologi dimana semakin dia berkembang semakin banyak perubahan dan perkembangan yang terlihat,dan yang sangat paling kita rasakan yaitu terkait dengna penggunaan smarthphone dan perangkat keras yang lainnya yang saat ini memiliki jaringan seluler atau jaringan internet yang memudahkan kita dalam proses mengakses apapun itu dalam media sosial yang kita gunakan.

    Dalam kegiatan sumber belajar manusia dalam menggunakan TIK tersebut sangat lah diperlukan terkait dalam kebutuhan manusia tersebut. Apalagi dalam suatu program Pendidikan Luar Sekolah.Maka dari itu sya sebagi seorang penulis saya sedikit memberikan penegtahuan saya terkait dengan"Keberterimaan Warga Belajar Terhadap Produk TIK yang digunakan dalam Program Pendidikan Luar Sekolah".

    Pemanfaatan dalam Penggunaan TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah tentunya memilliki manfaat sanagt besar dan sanagt di perlukannya.Dalam hal ini tentunya penngunaan tersebut banayk seklai cara yang di pergunakan dalam hal pemanfaatana teknologi ini.

    Dalam proses pembelajaran penggunaan media berbasis TIK dalam proses pembelajaran sangat cukup dikenal oleh kalangan masyarakat dan warga belajarnya. Dan dalam hal ini menggunakan dan menyadari bahwasanya bahwa terdpat kemudahan dalam proses pembelajaran program PLS dengan menggunakan media. Kemudahan-kemudahan tersebut mudahnya menerima share and sherring terkait dengan informasi. Pendiidk warga belajar dapat melakukan sharering kepada warga belajarnya dengan memanfaatkan produk media berbasisi TIK seperti,media sosial,website,elearning,loogbook,email,dan penggunaan media lainnya dalam proses pembelajaran. 

    Penggunaan media berbasis TIK dalam proses pembelajaran program PLS bukan menjadi suatu hal yang wajib.Namun menjadi maklum disemua kalangan terkait sedikit demi sedikit harus memahami dan menjadi harus paham terkait pengguaan TIK ini apalagi di tambah dnegan adanya perubahan semakin yang canggih ini .Dalam hal ini program yang dilaksanakan oleh PLS nyatanya sudah bisa dan terlaksana dengan baik dalam melaksanakan proses pembelajaran,baik memakai media berbasisi TIK ,proram tersebut akan trtinggal jauh apa bila kita tidak menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan mengikuti zaaman dan segera melakuakn adaptasi terkait hal tersebut.

    Jadi dapat di tarik kesimpulan bahwasannya warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS sangatlah membantu warga belajar dalam belajar dan memahmi akan keberlanjutan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam memudahkan masyarakat melakukan suatu kegiatan apalgi dalam keadaan seperti ini tentunya TIK sangatlah memiliki peran penting dalam proses pembeljaran. 

 Demikian lah yang dapat saya sampaikan kepada teman-teman semua terkait hal "Keberterimaan Warga Belajar Terhadap Produk TIK yang digunakan dalam Program Pendidikan Luar Sekolah".

Sumber Bacaan :


 Hamalik, O. (2006). Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja. Rosdakarya.

 Kristiawan, M. (2014). A Model for Upgrading Teachers Competence on Operating Computer as Assistant of Instruction. Global Journal of Human￾Social Science Research.

Clark, R.C. dan Mayer, R E. (2003), E-Learning and the science of instruction: Proven guidelines for consumers and designers of multimedia learning, Pfeiffer, San Francisco.

Harry B. Santoso, e-Learning: Belajar Kapan Saja, Dimana Saja, From: http://dl2. cs.ui.ac.id/harrybs/e-Learning.pdf, access, 10/4/2007.

Hujair AH. Sanaky, Media Pembelajaran, Buku Pegangan Wajib Guru dan Dosen, Kaukaba Dipantara, 2011.

Junaidi Utomo, 2001. Dampak Internet Terhadap Pendidikan : Transformasi atau Evolusi, Seminar Nasional Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 7 April 2001.

Oemar Hamalik,1989, Media Pendidikan, PT.Citra Aditya Bakti, Bandung, 1989.

Ouda Teda Ena, Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Piranti Lunak Presentasi, From: http://www.ialf.edu/kipbipa/ papers/ Ouda TedaEna.doc, Akses, Senin, 20/10/2003.


Selasa, 07 September 2021

 

Memahami Tentang Aspek Pengelolaan Sumberdaya dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)




                                          KESIAPAN SDM DALAM MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 

(TIK) UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH 


Disusun Oleh :

Riny Romadani ( 19005140 )



JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN 

UNIVERSITAS NEGERI PADANG



    Dimana pada saat sekarang ini kita sudah banyak mengalami perkembangan yang sangat cukup pesat dalam perubahan baik dalam kehidupan maupun teknologi yang dapat kita rasakan saat ini.
Teknologi membayangkan kitabagaiman kita menggunkan,memakai,memahami,mempergunkan alat kecanggihan elektronik yang dibuat untuk mempermudahkan kita dalam mencari kemudahan dalam menjalani kehidupan baik dalam mengubah diri dalam bidang ekonomi,maupun pendidikan.

    Dalam hal ini saya memberikan sedikit ilmu tentang " Kesiapan SDM dalam Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk program Pendidikan Luar Sekolah "

Berkaitan dengan pemanfaatan TIK dalam PLS sangat dan harus dimanfaatkan secara mulus demi mendapatkan hasil yang maksimal. Yang dimaksud dengan Pendidikan Luar Sekolah adalah setiap program pelayanan kegiatan yang diselenggarakan di luar sistem persekolahan, dan merupakan bagian terpadu dari sistem pendidikan nasional yang berlangsung seumur hidup menuju terbentuknya manusia pancasila.Berdasarkan pendidikan pra sekolah yang isi kegiatannya berkenaan dengan perluasan  wawasan, peningkatan keterampilan dan kesejahteraan keluarga, disebut program pendidikan luar sekolah. Dalam hal ini warga belajarnya dituntut untuk memiliki pemikiran yang luas,peningkatan kualitas keterampilan dan cara berfikir pola belajarnya.
       
    Dan oleh sebab itu car-cara kita memanfaatkan Teknologi itu sendiri dapat dilakukan dalam kehidupan yang sangat serba canggih saat ini. Tentu nya dalam PLS Pemanfaatan Teknologi Infomasi dan Komunikasi yang salah satunya dalam penggunaan TIK yang dimanfaatkan oleh Pamong Belajar dalam suatu kegiatan Pembelajaran,baik dalam kegiatan pelatihan keterampilan,serta dlam kegiatan pemerdayan masyarakat pada saat ini. Dalam hal ini sebagai kegitan Pemerdayaan,kegiatan-kegiatan seperti Penyuluhan dan pelatihan.

    Kemudian sebagai seorang PLS kita wajib mengetahui bagaimana cara kita memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi ini dalam kegiatan pembelajaran kita yang mana dalam memperdayakan masyarakat. Apalagi di tambah dalam keadaan dan situasi saat ini yang dapat memungkin kan kita unutk membolak balikkan fikiran kita dalam bagaimana cara melancarkan kegiatan peoram,pelatihan,di keadaan Covid saat ini.Nah dalam hal ini kita seorang PLS kita harus dapat memahami dan memikirkan bagaiman program yang telah kita bentuk dan kegiatan pemerdayaan di masyarakat dapat berjalam dengan baik tanpa adanya omongan-omongan yang membuat warga bekajar kita putus dalam hal menuntut ilmu baik dalam keahlain ataupun pendidikan,sesuai dnegan moto hidup kita"Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri China" dan " Lifelong Learning". 

    Tentunya,kita sebagai seorang PLS hal yang harus menjadi pertimbangan bagi kita dalam memberikan ilmu kepada warga belajar kita adalah bagaimana cara materi atau informasi yang kita berikan dapat mereka pahami,dan penggunaan media serta aplikasi dan video serta fitur-fitur linnya yang bisa mereka akses dan di manfaatkna dalam proses belajar tersebut,yang mana hal ini menjadikan kunci apakah pembelajaran atau Ilmu tersebut sampai dan bisa di laksanakan oleh warga beljar kita. Contohnya dalam Kegiatan Kursus pelatihan Komputer, maka hal yang perlu kita manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi tersebut dengan memberikan video-video yang menunjang pembelajaran,yang memberikan penjelasan serta langkah seperti apa yang harus dilakukan misalnya dalam membuat suatu aplikasi dalam hal ini situs-situs yang bisa mereka akses adalah youtube,zoom,video yang dikirm oleh pamong belajar yang bisa di akses baik dalam komputer atau smarthphone.

     Dengan demikian dapat saya simpulkan bahwsannya Walaupun kegiatan yang kita lakukan tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka namun dalam kegiatan menggunakan fitur serta memanfaatkan teknologi proses kegiatan mengajar juga bisa dilakukan dengan baik dan lancar. 


Sumber:


Abdillah., W dan Jogiyanto. 2009. Partial Least Square (PLS) Alternatif SEM Dalam Penelitian Bisnis . Penerbit Andi: Yogyakarta. Hal 262.

Ali., S dan Green., P. 2007. In Public Sector Organisation: An Australian Contecxt. Journal of Global Information Management.Vol. 15. No. 4, pp 41-63 (diakses 10 Februari 2017).

Ali., dan Green., p. 2012. Effective Information Technology (IT)Governance Mechanism: An IT Outsourcing Perspective. . Information System Frontiers. Vol. 14 No.2. pp 179-193. (diakses 10 Februari 2017)

Rabu, 01 September 2021

PENGGUNAAN TIK DALAM PROGRAM PEMERDAYAAN MASYARAKAT 







PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PROGRAM PEMERDAYAAN MASYARAKAT 




Riny Romadani      (19005040)

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah

Universitas Negeri Padang



    Pelgru m and  Law (2003: 23) menyatakan bahwa TIK merupakan multimedia, internet atau WEB dapat digunakan sebagai perantara untuk menggantikan media yang lainnya.

    Menurut Adeya (2012: 3) TIK menyangkut elektronik yang diartikan sebagai penghitungan, pemprosesan, penyimpanan dan desiminasi informasi. Menurut Slamin dalam Sutrisno (2011: 57) TIK adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, serta menyebarkan informasi. Dengan demikian, TIK adalah suatu alat yang dapat digunakan seperti multimedia, internet atau WEB dalam berbagai keperluan dengan tujuan untuk menyimpan data, mengolah, menghasilkan serta dapat digunakan untuk menyebarkan informasi.Dalam program pelatihan yang dimaksud adalah seperti dalam pelatihan pembelajaran di sekolah.  Maka TIK dapat digunakan untuk mempermudah dalam hal apapun seperti dalam proses pembelajran, yang dapat membantu pendidik dalam menyampaikan pelajaran atau informasi yang berhubungan dengan pembelajaran.

    Dalam proses belajar mengajar penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu kelancaran, keefektivitasan, dan keifienan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Media adalah suatu komponen yang tidak diabaikan dalam pengembangan sistem pembelajaran yang sukses (Rafiq:2014).

    Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi, dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.

    Pada artikel ini, penulis akan membahas mengenai penggunaan multimedia Teknologi Informasi dan Komunikasi harus mampu menjawab kepentingan empat stakeholder, yaitu Masyarakat dan publik, untuk menuju masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society) dan layanan elektronik (e-Service), Pemerintah, untuk menuju e-Government dan membentuk pemerintah yang bersih dan transparan, Industri, untuk menuju industri TIK tingkat global dan berdaya saing tinggi, Lembaga Iptek, untuk menuju lembaga riset ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa bersaing di kancah internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dibuatlah prioritas-prioritas. Dalam lima prioritas utama yang masing-masing memiliki bidang garapan seperti di bawah ini :

• Infrastruktur Informasi : jaringan informasi dan telekomunikasi, information exchange, digital broadcasting, perangkat keras komputer dan device pendukungnya, community access point.
• Perangkat Lunak : sistem operasi, sistem aplikasi, bahasa pemrograman dan development tool, opensource, simulasi dan komputasi.
• Kandungan (content) Informasi : repository dan information sharing, creative digital, data security, dan e-Service.
• Pengembangan SDM dan Kelembagaan : edukasi dan research center, sertifikasi dan kurikulum TIK, pengembangan software house lokals, inkubator bisnis dan competence center, pengembangan ICT park.
• Regulasi dan standardisasi : regulasi konvergensi TIK, pengembangan sistem insentif, standardisasi peralatan TIK, universal service obligation (USO).

 

    Kondisi riil infrastruktur TIK sebenarnya sudah cukup memadai, dimana jaringan telekomunikasi selular yang telah menjangkau sebagian besar wilayah Indonesia. Provider selular skala besar sudah mencapai daerah terpencil dalam beberapa tahun terakhir. Kapasitas jaringan terus menerus diperbesar seiring bertambahnya konsumen. Kemudian teknologi internet sudah bisa diakses dari telepon selular walaupun kecepetan akses masih menjadi masalah,  Sebaran dan pertukatran informasi sudah cukup terasa namun belum merata belum merata sampai ke wilayah terpencil yang umumnya menjadi rumah bagi sebagian besar petani Indonesia. Hal yang sedang hangat sekarang adalah situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dll. Fenomena ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dai kehidupan masyarakat perkotaan dan sebagian masyarakat di desa. Fungsi Facebook dan Twitter saat ini mencakup aktivitas sehari-hari, promosi bisnis skala terbatas sesama anggota dalam jejaring, dan belakangan difungsikan untuk sistem informasi beberapa instansi pemerintahan.
Dari kondisi riil yang ada kita dapat melihat bahwa perkembangan infrastuktur dan content TIK yang cukup pesat di perkotaan dan sebagian desa ternyata belum memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. Fakta yang ditampilkan di awal menunjukkan bahwa rakyat miskin sampai sekarang masih belum beranjak dari keadaannya. Teknologi informasi belum mampu mengangkat kesejahteraan rakyat miskin. Di satu sisi kita menyaksikan euforia cepatnya perkembangan teknologi informasi dalam keseharian kita. Yang berpengetahuan dan memiliki peluang dan modal akan semakin cepat menjadi kaya berkat teknologi informasi ini, sementara masyarakat yang miskin terus menerus berkutat dengan kemiskinannya. Ironis sekali memang, namun itulah realita yang ada di tengah masyarakat. Perlu dukungan dana/keuangan, teknologi, dan pendampingan sehingga para petani dapat lebih mandiri. Dukungan dana sedang dijalankan melalui program-program pemerintah yang disebutkan di atas. Dukungan teknologi pertanian, termasuk teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan untuk mempercepat kemandirian masyarakat akan akases informasi pertanian dan segala hal terkait.

    Dalam hal ini mengapa TIK ini sangat di manfaatkan banyak orang dan TIK  mendukung percepatan kualitas informasi dan percepatan layanan tanpa kendala waktu. Dalam masyarakat dimana teknologi informasi dan komunikasi sangat berharga, teknologi informasi dan komunikasi dapat mengubah struktur ekonomi masyarakat, khususnya di Indonesia, kita dapat memberikan contoh kepada orang-orang yang di-PHK di tempat kerja, mereka dapat menggunakan internet dengan benar dan benar, mereka dapat meningkatkan perbendaharaan rupiah dari ICT. Ia dapat menggunakan cara ini sebagai alat transportasi untuk mendapatkan makanan dengan menjual barang-barangnya, atau ia dapat menggunakan alat transportasinya sebagai cara untuk mengangkut orang lain ke tempat tujuan.


Sumber:

https://www.dosenpendidikan.co.id/pemberdayaan-masyarakat/ 

Ahmad Zein, H,2011, Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember.